jumlah pengunjung blog

jumlah pengunjung blog

google translet

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Laman

Jumat, 11 Maret 2011

ASKEP KEHAMILAN

Diposkan oleh Amel_Lia

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai dengan lahirnya janin ke dunia luar. Lainnya kehamilan normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam 3 trimaster pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dimulai bulan ke 4 sampai bulan ke 6, trimaster ketiga dari bulan ke 7 sampai bulan ke 9.
Kehamilan menyebabkan perubahan fisik, psikis, dan sosial pada ibu oleh karena itu peran keluarga sangat besar dalam upaya memelihara kehamilan. Pada primigravida merupakan suatu kondisi kehamilan yang pertama kali dialami oleh ibu maka asuhan antenatal care merupakan standar terpenting dalam mendeteksi dini komplikasi yang terjadi, baik pada ibu maupun pada janin. Dulu orang menganggap bahwa pertolongan pada persalinan adalah yang terpenting untuk menyelamatkan ibu dan anak. Tapi persalinan boleh diibaratkan dengan pertandingan olahraga, prestasi pertandingan  tidak ditentukan oleh daya upaya untuk persalinan saja tetapi jauh sebelumnya adalah sangat tergantung pada persiapan fisik maupun mental, sebelum pertandingan harus dimulai sejak ibu semasa hamil.
Antenatal care merupakan parameter utama dalam mendeteksi dini adanya kelainan selama kehamilan, serta menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal. ANC sangat perlu dilakukan oleh ibu hamil. ANC minimal dilakukan 4 kali yaitu trimaster I : 1 kali, trimaster II: 1 kali, trimaster III : 2 kali. Pelayanan standar ANC adalah 7 T melalui  timbang BB, ukur tekanan darah, ukur TFU. Pemberian imunisasi TT lengkap, pemberian tablet zat besi, tes terhadap PMS dan temu wicara dalam rangka persiapan rujukan. Didapatkan data perkiraan persalinan di Indonesia setiap tahunnya 5.000.000 jiwa, dijabarkan bahwa :
1.       Angka kematian sebesar 19000-20000 setiap tahunnya atau terjadi setiap 26-27 menit penyebab kematian ibu adalah perdarahan 30,5 % infeksi 22,5 %.
2.       Kematian bayi sebesar 56/10000 menjadi 280.000 atau terjadi setiap 18-20 menit. Penyebab kematian bayi adalah asfiksia neonatorum 49-60 %, infeksi 24-36 %, BBLR 15-20 % trauma persalinan 2-7 % dan cacat bawaan 1-3 5.
Salah satu penyebab kejadian diatas adalah pengawasan antenatal yang masih belum maksimal sehingga penyakit kehamilan dan hamil dengan resiko tinggi tidak diketahui atau terlambat diketahui maka dari itu ANC harus dilakukan minimal 4 kali selama kehamilan demi mencapai Indonesia sehat 2010.

1.2    Tujuan Penulisan
1.2.1        Tujuan Umum
Untuk menerapkan dan mengembangkan pola pikir kita ke dalam asuhan kebidanan pada Ny. “A” GIIP10001 umur kehamilan 24 minggu menurut manajemen Helen Varney.
1.2.2        Tujuan Khusus
Dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada Ny. “A” GII­P10001 umur kehamilan 24 minggu diharapkan penulis mampu :
a.       Melakukan pengkajian data
b.      Mengidentifikasi masalah atau diagnosa
c.       Mengidentifikasi masalah potensi
d.      Mengidentifikasi kebutuhan segera
e.       Merumuskan tindakan yang komprehensif
f.       Melaksanakan suatu tindakan yang sesuai rencana
g.      Mengevaluasi penatalaksanaan asuhan kebidanan



1.3    Manfaat Penulisan
1.3.1        Bagi Penulis
Mendapat pengalaman serta dapat menerapkan teori yang didapat dalam perkuliahan pada kasus nyata dalam melaksanakan asuhan kebidanan.
1.3.2        Bagi institusi
Sebagai bahan kepustakaan tentang asuhan kebidanan pada usia kehamilan 24 minggu.
1.3.3        Bagi Lahan Praktek
Sebagai bahan kepustakaan dalam memberikan asuhan kebidanan pada klien dengan usia kehamilan 24 minggu.

1.4    Metode Penulisan
Asuhan kebidanan ini disusun setelah penulis melakukan penelitian secara deskriptif dalam bentuk studi kasus yang dibuat  berdasarkan keadaan dan situasi yang nyata dan tertuju pada pemecahan masalah.

1.5    Teknik Pengumpulan Data
a.       Studi Kepustakaan
Dengan mempelajari buku-buku dan makalah yang ada hubungannya dengan fisiologi kehamilan.
b.      Wawancara
Yaitu pengumpulan data dengan tanya jawab langsung kepada klien, keluarga maupun tim kesehatan yang terkait untuk mendapat data subyektif.
c.       Observasi
Yaitu pengamatan langsung terhadap perubahan yang terjadi pada klien.
d.      Pemeriksaan Fisik
Yaitu pemeriksaan kepada klien yang meliputi inspeksi, palpasi, auskultasi, perkusi untuk mendapatkan data obyektif.

e.       Studi dokumentasi
Yaitu suatu cara untuk memperoleh data yang melihat data yang sudah ada dalam status klien, catatan medik.

1.6    Tempat dan waktu Penulisan
BPS Ny. Umi Salamah Jombang, tanggal 06 Oktober 2005

















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


2.1    Teori Kehamilan Normal
2.1.1        Pengertian
Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterin mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan. Kehamilan matur berlangsung  ± 40 minggu dan tidak boleh lebih dari 42 minggu (Wiknjosastro, 1996).
2.1.2        Patofisologi
Ovum dilepaskan dalam proses ovulasi, ditangkap oleh fibrae dan berjalan menuju ke pers ampula tuba. Setelah proses ejakulasi, sperma masuk melalui kanalis servikalis menuju ke ampula tuba dengan kekuatannya sendiri. Terjadi proses konsepsi yaitu bertemunya ovum dan sperma pada pars ampula tuba. Kemudian kedua inti ovum dan sperma bersatu membentuk zigot terus membelah hingga membentuk morula dan terus berjalan menuju uterus.
Terjadi pertemuan sel di bagian luar morula menjadi sel trofoblas, pembentukan terus berjalan dan didalam morula terjadi ruangan yang mengandung cairan yang disebut blastula. Kemudian akan berimplantasi pada hari ke 6 sampai ke 7 setelah konsepsi.
Dengan terjadinya nidasi maka desidua terbagi menjadi desidua basalis yang berhadapan dengan korean frandusum yang berkembang menjadi plasenta. Desidua kapsularis yang menutupi hasil dan desidua kapsularis disebut desidua parietalis. Di dalam desidua kapsularis janin tumbuh dan berkembang hingga mencapai usia aterem ± 40 minggu.

2.1.3        Perubahan-perubahan pada wanita hamil
A.    Perubahan Fisiologis
1.      Perubahan yang kelihatan
a.       Perubahan pada kulit
¨             Muka menyerupai topeng yang disebut cloasma gravidarum
¨      Pada areola dan papilla mammae mengalami hyperpigmentasi, dan papilla lebih menonjol
¨      Pada perut terdapat linea alba (garis hitam yang terbentang di atas symphisis sampai pusat) dan linea nigra (lebih hitam terbentang di tengah-tengah di atas pusat ada striae gravidarum yang merupakan garis-garis pada kulit yang dibedakan menjadi striae livide (berwarna hitam) dan striae albican (berwarna putih).
b.      Pada vagina dan vulva timbul tanda chadwick yaitu warna kebiruan disebabkan oleh hipervaskularisasi karena hormon estrogen
c.       Perubahan tungkai
Pada hamil tua sering oedem pada salah satu tungkai yang disebabkan oleh tekanan uterus yang membesar terkadang juga terjadi varises hal ini  varises hal ini terjadi karena pengaruh hormon estrogen sehingga vena mengalami hypervaskularisasi
d.      Perubahan sikap
Pada wanita hamil uterus membesar karena terisi oleh hasil konsepsi yang tumbuh menjadi janin dan juga karena perenggangan pada perut, maka untuk mengimbangi berat tersebut akan mengalami lordose.
e.       Perubahan tulang dan gigi
Persendian panggul akan terasa lebih longgar, karena ligamen melunak (softening) dana terjadi sedikit pelebaran pada ruang persendian.
2.      Perubahan yang tidak terlihat
a.       Darah
Volume darah bertambah sekitar 30 % sedangkan sel darah bertambah sekitar 20 % curah jantung bertambah sekitar 30 %. Pertambahan sel darah tidak sesuai dengan peningkatan volume darah sehingga terjadi hemodilusi yang disertai anemia fisiologis. Biasanya tekanan darah tidak naik biarpun volume darah bertambah bahkan cenderung turun karena kepekatan darah bertambah bahkan cenderung turun karena kepekatan berkurang elastisitasnya.
b.      Alat-alat Kencing
Ginjal bekerja lebih berat karena harus menyaring ampas dari dua orang yaitu ibu dan janin. Pada trimaster kedua kehamilan akan terjadi sering buang air kecil karena uterus lebih antefleksi dan membesar sehingga menekan kandung kemih.
c.       Rahim atau Uterus
Akan mengalami hypertrofi atau hyperplasia dari yang semula sebesar jempol dengan berat 30 gram, pada kehamilan cukup bulan akan membesar dengan kapasitas lebih  dari 4000 cc. Berat uterus akan naik menjadi 1000 gram pada akhir kehamilan (40 pekan)
d.      Sistem pernafasan
Ibu hamil mengalami atau mengeluh sesak dan pendek nafas serta pernafasan lebih dalam 20-25 % dari biasanya. Hal ini terjadi karena desakan diafragma yang terdorong oleh rahim yang semakin membesar.
e.       Saluran pencernaan
Karena pengaruh estrogen, pengeluaran asam lambung meningkat sehingga menyebabkan hipersalivasi, morning siknes, emisis gravidarum. Progesteron menyebabkan gerakan peristaltik semakin berkurang sehingga dapat mengakibatkan Konstipasi.

B.     Perubahan Psikologis
Perubahan psikologis pada wanita hamil menurut teori Reva Rubin dibedakan menjadi :
Trimaster I          :    Ambivalen, takut, fantasi dan khawatir
Trimaster II        :    Perasaan lebih enak, meningkatnya kebutuhan untuk mempelajari tentang pertumbuhan dan perkembangan janin, kadang kelihatan egosentrik dan sel centered
Trimaster III       :    Berperasaan aneh, sembrono, menjadi lebih introvert, merefleksikan terhadap pengalaman masa lalu.
2.1.4        Pembagian Usia Kehamilan
Usia kehamilan di bagi dalam 3 Trimaster, yaitu :
a.       Trimaster I      : 0-12 minggu
b.      Trimaster II    : 13-27 minggu
c.       Trimaster III   : 28-40 minggu
Tuanya kehamilan diperiksa atau ditentukan berdasarkan :
§  Lamanya amenorhoe
§  Tingginya fundus uteri (hanya berguna untuk letak kepala)
12 minggu      : 3 jari diatas symphisis
16 minggu      : ½ symphisis pusat
20 minggu      : 3 jari di bawah pusat
24 minggu      : setinggi pusat
28 minggu      : 3 jari diatas pusat
32 minggu      : ½ pusat dengan px
36 minggu      : 3 jari dibawah px

Rumus mencari usia kehamilan menurut Mc. Donald
20 cm à 5 bulan
23 cm à 6 bulan
26 cm à 7 bulan
30 cm à 8 bulan
33 cm à 9 bulan
2.1.5        Pertumbuhan Janin
Perubahan-perubahan dan organogenesis yang terjadi pada berbagai periode kehamilan :
¨      Umur kehamilan 4 minggu
Panjang fetus 7,5-10 cm, rudimental  mata, telinga, dan hidung, kepalanya ½ dari seluruh mudigah. Saluran yang akan menjadi jantung terbentuk dan sudah berdenyut. Dasar-dasar traktus digestivus sudah nampak, permulaan kaki dan tangan berbentuk tonjolan.
¨      Umur kehamilan 8 minggu
Panjang fetus 2,5 cm, hidung, telinga, jemari, kepala menengkur ke dada. Mukanya sudah jelas berbentuk muka manusia dan sudah mempunyai lengan dan tungkai dengan  jari tangan. Alat kelamin sudah nampak, walau  belum dapat ditentukan jenisnya.
¨      Umur kehamilan 12 minggu
Panjang fetus 9 cm. Daun kuping lebih jelas, kelopak mata melekat, leher mulai berbentuk alat kandungan luar berbentuk namun belum terdiferensiasi. Sudah ada pusat-pusat pertulangan, kuku sudah ada, ginjal sudah berbentuk sedikit air seni.
¨      Umur kehamilan 16 minggu
Panjang fetus 16-18 cm. Genetalia eskterna terbentuk dan dapat dikenal kulit tipis dan warna merah dibubuhi rambut halus (lanugo). Pergerakan anak mungkin sudah dapat dirasakan oleh ibu.
¨      Umur kehamilan 20 minggu
Panjang fetus 25 cm. Kulit lebih tebal, rambut mulai tambah di kepala bunyi jantung sudah dapat didengarkan
¨      Umur kehamilan 24 minggu
Panjang fetus 30-32 cm, kedua kelopak mata tumbuh alis dan bulu mata, kulit keriput kepala besar. Bila lahir dapat bernafas tetapi hanya bertahan hidup beberapa jam saja.
¨      Umur kehamilan 28 minggu
Panjang fetus 35 cm, kulit berwarna kemerahan ditutupi verniks kaseosa bila lahir dapat bernafas, menangis pelan dan lemah, bayi imatur.
¨      Umur kehamilan 32 minggu
Panjang fetus 40-32 cm, kulit merah dan keriput. Bila lahir kelihatan seperti orang tua kecil.
¨      Umur kehamilan 36 minggu
Panjang fetus 46 cm, muka berseri tidak keriput, bayi prematur.
¨      Umur kehamilan 40 minggu
Panjang fetus 50-55 cm, bayi cukup bulan, kulit licin, verniks kaseosa banyak, rambut kepala tumbuh baik, pada bayi laki-laki testis sudah turun dalam skrotum, sedangkan pada wanita labia mayora berkembang baik.
2.1.6        Letak Anak
a.       Situs
Menentukan letak membujur / melintang
b.      Habitus
Menentukan apakah anak fleksi/defleksi
c.       Posito
Menentukan letak kepala

d.      Praesentatio
Menentukan bagian terendah anak (letak kepala, letak bokong dan sebagainya)
§  Letak belakang kepala 95 %, sebab :
-          Sesuai dengan sumbu uterus
-          Fundus merupakan tempat yang luas sehingga sesuai dengan bokong
-          Kepala merupakan bagian yang  berat sehingga berada dibawah
-          Kepala bayi pas untuk pintu atas panggul
§  Letak sungsang 3,5 %
§  Letak lintang 0,5 %
§  Punggung kiri 2x lebih banyak dari pada punggung kanan
2.1.7        Diagnosis Banding Nulipara dan Multipara
Nulipara
Multipara
-        Perut tegang
-        Pusat menonjol
-        Rahim tegang
-        Payudara tegang
-        Labia mayora tampak bersatu
-                 Himen koyak pada beberapa tempat
-        Vagina sempit dengan rugea yang utuh
-        Serviks licin, bulat dan tidak dapat dilalui oleh satu jari / satu ujung jari
-        Perineum utuh dan baik
-        Pembukaan serviks mendatar dulu baru membuka
-        Pembukaan rata-rata 1 cm dalam 2 jam
-        Bagian terbawah janin turun pada 4-6 minggu hingga akhir kehamilan
-        Persalinan hampir selalu dengan episiotomi
-        Perut longgar, perut gantung, banyak striae
-        Tidak begitu menonjol
-        Agak lunak
-        Kurang tegang, tergantung ada striae
-        Terbuka
-        Kurunkula himenalis
-        Lebih besar, rugae kurang
-        Bisa terbuka satu jari, kadang kala ada bekas robekan persalinan yang lalu
-        Bekas robek atau bekas episiotomi
-        Mendatar sambil membuka hampir bersamaan / sekaligus
-        Pembukaan 2 cm dalam 1 jam
-        Biasanya tidak terfiksir pada PAP sampai persalinan mulai
-        Tidak / tanpa episiotomi
2.1.8        Diagnosis Anak hidup atau Mati
Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh ibu petugas untuk mengetahui keadaan janin masih hidup atau sudah mati adalah :
1.      Bunyi jantung anak terdengar atau tidak
2.      Rahim tidak membesar, fundus uteri turun
3.      Palpasi anak kurang jelas
4.      Reaksi biologis menjadi negatif
5.      Pada gambar rontgen terlihat
-          Tanda spalding
-          Tulang punggung sangat melengkung
-          Adanya gelembung-gelembung gas dalam rahim
6.      Ibu tidak merasa lagi pergerakan
2.1.9        Diagnosis anak tunggal atau kembar
Tanda anak kembar antara lain :
1.      Perut lebih besar dari usia kehamilan
2.      Meraba 3 bagian besar/lebih, bokong/kepala
3.      Meraba 2 bagian besar berdampingan
4.      Merasa banyak bagian kecil
5.      Terdengar DJJ di 2 tempat
6.      Pada X photo terlihat 2 kerangka janin
7.      VT teraba maserasi
2.1.10    Diagnosis atau Tanda kehamilan Ekstra Uterin
Kehamilan ekstra uterin biasanya tidak sampai aterm, pada bulan I, bulan II dan III terganggu. Tanda-tanda kehamilan ekstra uterin yang lanjut :
1.      Bagian anak mudah sekali di palpasi
2.      Cortonen lebih jelas
3.      Biasanya ada kelainan letak anak
4.      Ligamental rotundum tidak berbeda
5.      Di samping bayi teraba tumor uterus
6.      Oksitosin test negatif disuntik 2 unit pitosin  5 % IV uterus tidak berkontraksi
7.      Vaginal toucher uterus pembesaran biasa
8.      Bila perlu rontgen foto

2.1.11    Asuhan Antenatal
§  Tujuan dari asuhan antenatal pada ibu hamil adalah :
1.       Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan dan tumbuh kembang bayi
2.       Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental dan sosial ibu dan bayi
3.       Mengenali secara dini adanya ketidak normalan / komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan
4.       Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat (ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin)
5.       Mempersiapkan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif
6.       Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh dan berkembang secara normal.
§  Kebijakan-kebijakan
1.      Kebijakan program
2.      Kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan minimal 4x selama hamil TM I 1x, TM II 1x, TM III 2x.
Pelayanan / asuhan standar minimal termasuk “7 T”
-          Timbang BB
-          Ukur tekanan darah
-          Ukur tinggi fundus uteri
-          Pemeberian imunisasi (tetanus toksoid) TT lengkap
-          Pemberian tablet zat besi
-          Test terhadap PMS
-          Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan
3.      Kebijakan Teknis
Penatalaksanaan ibu hamil secara teknis / keseluruhan meliputi komponen-komponen sebagai berikut :
-          Mengupayakan kehamilan yang sehat
-          Melakukan deteksi dini komplikasi, melaksanakan penatalaksanaan awal serta rujukan bila diperlukan
-          Persiapan persalinan yang bersih dan aman
-          Perencanaan antispasi dan persiapan dini untuk melakukan rujukan jika terjadi komplikasi

2.1.12    Gangguan yang dialami ibu hamil
§  Trimaster I
Data psikologis dan perubahan-perubahan yang perlu dikaji adalah :
-          Penerimaan keluarga khususnya psutri terhadap kehamilannya
-          Bagaimana perubahan kehidupan sehari-hari
-          Bagaimana reaksi keluarga terhadap perubahan tersebut
-          Bagaimana cara keluarga memberikan dorongan pada ibu hamil
-          Siapa yang bertanggung jawab terhadap perawatan bayi
Hal-hal yang perlu mendapat perhatian pada masa ini adalah :
-          Mual muntah
-          Pengaruh obat terhadap janin
-          Perubahan body image / citra tubuh (khususnya bagi ibu hamil yang masih muda / remaja usia 12-19 tahun)
-          Kebutuhan nutrisi

§  Trimester II
Pada masa ini ibu hamil dan keluarga memasuki masa transisi yang massa menerima kehamilan ke massa menyiapkan kelahiran dan menerima bayi.
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada masa ini adalah :
-          Peningkatan BB dan tekanan darah
-          Rasa tidak nyaman
-          Aktivitas seksual
§  Trimaster III
Pada masa ini perhatian bidan lebih diarahkan pada
-          Persiapan untuk kelahiran
-          Persiapan menyusui
-          Rencana perawatan bayi
-          Kemungkinan-kemungkinan yang mungkin timbul
2.1.13    Nasehat-nasehat untuk Ibu Hamil
a.       Diet
-          Dianjurkan makan 4 sehat 5 sempurna, sebagai pengawasan gizi ibu dan kandungan dapat diukur berdasarkan kenaikan berat badan rata-rata 6,5-16 kg selama hamil. Kenaikan berat badan yang berlebihan atau bila BB ibu turun 5 tahun kehamilan TM II, haruslah menjadi perhatian.

Tabel kebutuhan sehari-hari wanita hamil dan menyusui
Bahan
Bumil TM II dan TM III
Ibu Menyusui
Gram
URT
Gram
URT
-          Beras
-          Daging

-          Tempe

-          Sayur

-          Buah (papaya)
-          Susu
400
75

100

300

200

100
2 gelas
3x kotak korek api tebal
4x kotak korek api tebal
Padat 3 gelas /daun 6 gelas
8x kotak korek api tebal
½ gelas
500
75

125

300

200

100
3 gelas
3x kotak korek api tebal
4x kotak korek api tebal
Padat 3 gelas /daun 6 gelas
8x kotak korek api tebal
½ gelas
b.      Pekerjaan rumah tangga
Pekerjaan masih dapat dilakukan, pekerjaan disesuaikan dengan kemampuan dan kurangi pekerjaan dengan seiring tuanya kehamilan.
c.       Hubungan seksual
Coitus tidak dihalangi, kecuali jika ada sejarah :
-          Sering abortus atau prematur
-          Perdarahan pervaginam
-          Pada minggu terakhir coitus harus hati-hati
-          Bila ketuban sudah pecah coitus dilarang
-          Dikaitkan bahwa pada hamil tua coitus dapat menyebabkan kontraksi uterus.
d.      Gerak Badan
Gerak badan yang melelahkan dilarang, dianjurkan berjalan-jalan di pagi hari dalam udara yang masih segar.
e.       Pakaian Hamil
-          Gunakan pakaian yang longgar terbuat dari kain katun sehingga mempunyai kemampuan menyerap keringat terutama pakaian dalam
-          Bra dianjurkan yang longgar dan mempunyai kemampuan menyangga payudara yang makin berkembang
-          Memakai sepatu / sandal yang tumit yang tidak terlalu tinggi
f.       Pemberian Obat
Pengobatan penyakit saat hamil harus selalu diperhatikan apakah obat tersebut tidak berpengaruh terhadap tumbuh kembang janin.

2.2    Konsep Menejement Kebidanan Menurut Helen Varney
Varney menjelaskan bahwa proses manajement merupakan proses pemecahan masalah yang ditemukan oleh bidan, perawat pada awal tahun 1970 an. Proses ini memperkuat sebuah metode dengan mengorganisasikan dan menguntungkan baik bagi klien maupun bagi tenaga kesehatan. Proses ini menguraikan bagaimana perilaku yang diharapkan dari pemberian asuhan. Proses manajement ini bukan hanya terdiri dari pemikiran dan tindakan saja melainkan juga perilaku pada setiap langkah agar pelayanan yang komprehensif dan akan tercapai. Dalam memberikan asuhan kebidanan kita menggunakan 7 langkah manajemen kebidanan menurut Helen Varney, yaitu:
2.2.1        Pengkajian
Merupakan langkah awal dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil, untuk mendapatkan data dilakukan anamnesa / wawancara, pemeriksaan umum, pemeriksaan fisik (inspeksi, palpasi, auskultasi, perkusi dan pemeriksaan penunjang).
A.    Data Subyektif
Adalah data yang diperoleh dari hasil anamnesa langsung pada klien atau keluarga dan tim kesehatan. Dari anamnesa dapat kita peroleh data tentang klien yang meliputi :
1.      Biodata
Biodata berisi tentang identitas klien beserta suaminya yang meliputi nama, umur, agama, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, suku bangsa, status perkawinan, yaitu kawin ke, umur kawin, lama kawin dan alamat tempat tinggal.
2.      Keluhan Utama
Ditanyakan apa yang dirasakan sekarang sehingga klien datang ke klinik/petugas kesehatan untuk memeriksakan diri.
3.      Riwayat Kesehatan Sekarang
Ditanyakan apakah klien menderita suatu penyakit seperti penyakit menular : hepatitis, paru-paru, penyakit menurun : kencing manis, asma, penyakit menahun : jantung, darah tinggi. Kapan, apakah sudah diperiksakan ke petugas kesehatan, bila sudah kapan, sudah mendapat obat atau belum, bila ya obat apa dan bagaimana hasilnya.
4.      Riwayat Kesehatan Yang Lalu
Ditanyakan apakah klien pernah menderita suatu penyakit menular, menurun, atau menahun, apakah klien pernah melakukan operasi, bila pernah dimana, indikasinya apa.
5.      Riwayat Kesehatan Keluarga
Ditanyakan apakah dari keluarga klien dan suaminya ada yang menderita penyakit menurun dan menular, bila ya siapa dan apakah ada keturunan kembar/tidak.
6.      Riwayat Kebidanan
a.       Riwayat Haid.
Ditanyakan menarche umur berapa, siklus haid bagaimana, berapa hari, lama haid berapa, banyaknya haid bagaimana, warnanya bagaimana, apakah ada ketuban saat haid bila ya kapan, keputihan atau tidak, bila ya kapan, jumlahnya berapa banyak, bagaimana warnanya, bau atau tidak, gatal atau tidak.
b.      Riwayat Kehamilan Sekarang
Ditanyakan HPHT, berapa usia kehamilannya, apakah sudah merasakan pergerakan janin, sudah pernah periksa atau belum, bila pernah dimana, kapan keluhan yang dirasakan selama hamil TM I, TM II, TM III. Obat yang sudah pernah di dapat selama hamil sudah pernah mendapat penyuluhan tentang apa.
c.       Riwayat Kehamilan, persalinan, nifas yang lalu.
-        Riwayat Kehamilan
Ditanyakan hamil dari pernikahan yang keberapa, berapa umur kehamilannya pernah keguguran atau tidak, ada penyulit kehamilan apa.
-        Riwayat Persalinan
Ditanyakan jenis persalinan apa (normal / operasi / alat) siapa yang menolong jenis kelaminnya apa.
-        Riwayat Nifas
Ditanyakan nifasnya berjalan normal atau tidak ada kelainan atau tidak memberikan ASI atau tidak, berapa lama.
d.      Riwayat KB
Ditanyakan apakah klien pernah ikut KB, bila ya metode apa, berapa lama pemakaiannya, rencana KB apa yang akan digunakan klien mendatang.
7.      Pola Kebiasaan Sehari-hari
a.       Pola Nutrisi
Hal yang perlu ditanyakan bagaimana nafsu makannya, berapa kali, bagaimana komposisinya berapa banyak, jumlah minumnya, apa saja, semua ditanyakan sebelum dan saat hamil.
b.      Pola Eliminasi
Hal yang perlu ditanyakan, apakah ibu sebelum dan selama hamil BAK dan BAB ada keluhan atau tidak, berapa frekuensinya, untuk BAK ditanyakan jumlahnya warna urinenya, BAB ditanyakan bagaimana warna tinjanya, konsistensinya.
c.       Pola Aktivitas
Hal yang perlu ditanyakan adalah apa saja kegiatan sehari–hari klien, sebelum dan selama hamil.
d.      Pola Istirahat / Tidur
Ditanyakan bagaimana pola tidurnya tiap hari, waktu tidurnya, ada gangguan/tidak.
e.       Pola Seksual
Ditanyakan berapa kali klien melakukan seksual, ada keluhan / tidak.
f.       Pola Personal Hygiene
Ditanyakan berapa kali klien mandi, gosok gigi, cuci rambut, ganti baju, keramas tiap harinya.
8.      Keadaan Psikologis
Ditanyakan apakah kehamilan klien tersebut direncanakan, diharapkan/tidak, bagaimana hubungan klien dengan suami, keluarga dan tetangganya.
9.      Latar Belakang Sosial Budaya
Ditanyakan adat kebiasaan yang dilakukan klien dan keluarganya, apakah ada yang kebiasaan yang menghambat bila ya apa, adakah kebiasaan yang mendukung dalam kehamilan.

B.     Data Obyektif
Data Obyektif adalah data yang diperoleh melalui pemeriksaan fisik yang terdiri dari inspeksi, palpasi, auskulturasi dan perkusi.
1.      Keadaan Umum
Bagaimana sikap kesadarannya, postur tubuh, TB, BB sebelum hamil, BB saat hamil kenaikan BB, berapa ukuran LILAnya.
2.      Tanda Tanda Vital
Tekanan darah     :    100/70 - < 140/90 mmHg (normal)
Nadi                    :    76 – 92 x/menit
Pernafasan           :    16 – 2 x/menit
Suhu                    :    36,5 – 37,5 oC
3.      Pemeriksaan Fisik
a.       Inspeksi yaitu proses observasi / periksa pandang dengan menggunakan mata untuk mendeteksi tanda-tanda fisik yang berhubungan dengan status fisik.
Kepala             : Bentuk kepala, warna rambut, jenis rambut, rontok/tidak, kulit kepala bersih/tidak, ada ketombe/tidak.
Muka               : Simetri/tidak, oedem/tidak, terdapat cloasma gravidarum/tidak.
Mata                : Simetris / tidak, konjungtiva pucat/tidak, sklera ikterus / tidak.
Hidung            : Simetris / tidak, ada pernafasan cuping hidung / tidak, ada pengeluaran sekret/tidak, ada polip / tidak.
Mulut               : Simetris/tidak, bibir lembab / tidak, ada stomatitis/tidak, ada caries / tidak, ada gigi palsu / tidak.
Telinga             : Simetris / tidak, bersih / tidak.
Leher               : Ada pembesaran kelenjar tyroid/tidak, ada pembesaran vena jugularis / tidak.
Dada                : Simetris / tidak, ada retraksi intercosta / tidak, payudara membesar / tidak, ada hiperpigmentasi / tidak pada areola dan papilla mammae puting susu masuk / tidak, mendatar / menonjol.
Perut                : Pembesaran perut sesuai dengan usia kehamilan / tidak, ada striae albican / striae livid apa tidak, ada bekas operasi/tidak, ada linea nigra/tidak.
Genetalia         : Bagaimana kebersihan vulva, ada kondiloma/tidak ada varises/tidak ada oedem / tidak.
Ekst. Atas        : Simetris/tidak, oedem/tidak, ada gangguan pergerakan / tidak.
Ekst. Bawah    : Simetris / tidak, oedem / tidak, ada varises / tidak, ada gangguan pergerakan/tidak.    

b.      Palpasi yaitu periksa raba / sentuhan untuk mendeterminasi ciri-ciri jaringan atau organ.
Kepala             : Ada benjolan / tidak.
Leher               : Ada pembesaran kelenjar tyroid/tidak, ada pembesaran vena jugularis/tidak.
Dada                : Teraba benjolan abnormal, ada pengeluaran colustrum/tidak.
Perut                :  L I    :   Untuk menentukan bagian apa yang ada di fundus, beberapa TFUnya (bokong, TFU 22 cm).
                            L II  :   Untuk menentukan dimana letak punggung dan bagian kecil janin. Punggung teraba lurus seperti papan, dan bagian kecil janin teraba tangan dan kaki (punggung kiri).
                            L III :   Untuk menentukan apa yang terdapat pada bagian bawah uterus dan apakah masih dapat digoyang (letak kepala, dapat digoyang).
                            L IV :   Untuk menentukan seberapa jauh bagian janin masuk PAP (kepala belum masuk PAP).
Eks. Atas         : Tidak oedem
Eks. Bawah     : Tidak oedem.

c.       Auskultasi
Metode pengkajian yang menggunakan stetoskop untuk memperjelas pendengaran.
Dada    :  terdengar bunyi wheezing dan ronchi atau tidak.
Perut    :  terdengar DJJ apa tidak, berapa frekuensinya tiap menit.

d.      Perkusi
Metode pemeriksaan dengan cara mengetuk dengan menggunakan alat atau jari tangan.
Perut              :  tidak kembung.
Eks. Bawah   :  reflek patela negatif / positif.
4.      Pemeriksaan penunjang
Merupakan data yang diperlukan untuk menunjang diagnosa berupa pemeriksaan urine, dan darah, meliputi : PP test, albumin, reduksi, HB, pemeriksaan tersebut dilakukan / tidak, bila ya hasilnya bagaimana.
5.      Pemeriksaan panggul luar
Alat yang digunakan adalah jangka panggul, pengeluaran dilakukan terutama pada ibu dengan TB < 145 atau primigravida.
-        Distansia spinarum      :   ± 23 – 26 cm
-        Distansia cristarum      :   ± 26 – 29 cm
-        Konjugata eksterna     :   ± 18 – 20 cm
-        Lingkar panggul          :   ± 80 – 90 cm

2.2.2        Identifikasi Kebutuhan Segera
Diagnosa    :  Ny. “A” GIIP10001 Umur Kehamilan 24 mgg, hidup, tunggal, intrauterin, letak kepala, jalan lahir normal, keadaan umum baik.
DS    :  Ibu mengatakan hamil 6 bulan dan ingin memeriksakan kehamilannya.
DO   :  -    Keadaan umum baik
-         Kesadaran composmentis
-          TTV   T      :   110/70 mmHg
                N     :   84 x/mnt
                S      :   366 oC
                RR   :   20 x/mnt
-          Payudara terdapat hyperpigmentasi areola dan papilla mammae, terdapat pembesaran payudara.
-          Abdomen terdapat pembesaran perut sesuai usia kehamilan, TFU 22 cm, teraba punggung pada bagian kiri perut ibu, teraba bagian kecil janin pada bagian kanan perut ibu, bagian terendah kepala, belum masuk PAP.
Masalah      :  Tidak ada masalah
Kebutuhan :  -    HE tentang gizi ibu hamil
-       HE tentang personal hygiene
-       HE tentang istirahat
-       HE tentang tanda bahaya kehamilan pada TM I

2.2.3        Antisipasi Masalah Potensial
Masalah potensial adalah masalah yang mungkin timbul dan bila tidak segera diatasi akan mengancam keselamatan jiwa klien, karena itu masalah potensial harus segera diantisipasi, dicegah, diatasi, dan segera dipersiapkan tindakan untuk mengatasi.
2.2.4        Identifikasi Kebutuhan Segera
Merupakan langkah yang bersifat kesinambungan dari proses penatalaksanaan, bukan hanya selama asuhan primer periodik / kunjungan prenatal saja. Tapi juga pada saat bidan berada bersama klien. Data-data baru senantiasa dikumpulkan dan dievaluasi, beberapa data mengidentifikasi adanya situasi gawat dimana bidan harus bertindak segera untuk keselamatan jiwa ibu dan anak, situasi lainnya bisa saja tidak merupakan kegawatan tapi memerlukan konsultasi, kolaborasi, atau yang bersifat rujukan kepada dokter atau tim kesehatan lain.
2.2.5        Intervensi
Diagnosa         :  Ny. ”A” GIIP10001 UK 24 mgg, tunggal, intrauterin, letak kepala, jalan lahir normal, keadaan umum ibu baik.
Tujuan             :  Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama ± 15 menit diharapkan ibu mengerti penjelasan yang diberikan oleh petugas.
Kriteria hasil   :  -   Pasien dapat mengerti dan memahami penjelasan yang diberikan oleh petugas.
                          -   Pasien dapat mengulang penjelasan yang diberikan oleh petugas.
Intervensi
1.      Menjelaskan hasil pemeriksaan pada pasien
R /    Dengan penjelasan diharapkan pasien dapat mengerti tentang keadaannya saat ini.
2.      Anjurkan pasien untuk makan makanan dengan gizi seimbang dalam sehari, misalnya : beras 2 gelas, daging 3 x kotak korek api tebal, tempe 4 x kotak korek api tebal, sayur padat 3 gelas/daun 6 gelas, buah (pepaya) 8 x kotak korek api tebal, susu ½ gelas.
R /    Ukuran tersebut diatas merupakan kebutuhan wanita hamil selama trimester II dan III, gizi yang seimbang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan janin, pemeliharaan dan kesehatan ibu, persediaan untuk masa laktasi baik untuk janin maupun untuk ibu.
3.      Beri tablet Fe, anjurkan pasien untuk minum tablet Fe / zat besi setiap hari dan ajarkan cara minumnya, tidak boleh diminum dengan teh, sebaiknya diminum malam hari dan setelah makan.
R /    -    Zat besi diperlukan untuk pembentukan darah, pada saat hamil keperluan zat besi sangat meningkat untuk pembentukan darah janin dan persediaan bagi bayi untuk masa laktasi ± 6 bulan sesudah dilahirkan, karena air susu ibu tidak mengandung garam besi. Kebutuhan zat besi sehari pada wanita hamil ± 17 gram.
         -    Fe tidak boleh diminum dengan teh karena teh dapat mengganggu / menghambat penyerapan Fe.
         -    Diminum malam hari setelah makan karena Fe dapat meningkatkan kadar asam lambung dan meningkatkan peristaltik lambung sehingga dapat menyebabkan rasa mual.
4.      Berikan tablet kalk, anjurkan pasien untuk minum tablet kalk setiap hari.
R /    Karena kalsium sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang janin, kebutuhan kalsium sehari-hari saat hamil ± 1 gram.
5.      Anjurkan pasien untuk beristirahat cukup dan mengurangi aktivitas yang berat.
R /    Dengan istirahat yang cukup dan mengurangi aktivitas yang berat diharapkan keadaan umum ibu dapat selalu dalam keadaan baik sehingga ibu tidak rentan terkena penyakit.
6.      Anjurkan pasien untuk selalu menjaga personal hygiene.
R /    Dengan personal hygiene mencegah masuknya kuman-kuman patogen penyebab infeksi.
7.      Jelaskan tentang tanda bahaya kehamilan pada Trimester II
R /    Agar pasien dapat segera mengerti dan segera meminta bantuan pada tenaga kesehatan apabila tanda bahaya tersebut terjadi pada dirinya.
8.      Anjurkan ibu untuk mengikuti senam hamil
R /    Karena senam hamil pada usia kehamilan 24 mgg bertujuan untuk pembentukan sikap tubuh, latihan kontraksi dan relaksasi, latihan pernafasan untuk mengatasi nyeri kala I.
9.      Anjurkan ibu untuk kontrol ulang
R /    Dengan pemeriksaan secara rutin diharapkan dapat diketahui pertumbuhan dan perkembangan janin serta mendeteksi terhadap kelainan yang ada.

2.2.6        Implementasi
Implementasi yang komprehensif merupakan pengolahan dan perwujudan dari perencanaan, pelaksanaan dapat terealisasi dengan baik apabila diterapkan berdasarkan hakikat masalah.
Beberapa prinsip dalam pelaksanaan tindakan meliputi :
-        Tindakan kebidanan yang dapat dikerjakan sendiri, dibantu atau dilimpahkan pada staf lain, pada klien atau keluarga.
-        Penguasaan pengetahuan dan keterampilan tentang tindakan yang dilakukan.
-        Mengamati hasil tindakan yang diberikan petugas kesehatan.
-        Mencatat dan mengadakan konsultasi jika perlu dilakukan rujukan.

2.2.7        Evaluasi
Evaluasi adalah seperangkat tindakan yang saling berhubungan untuk mengukur pelaksanaan serta didasarkan atas tujuan dan kriteria. Guna evaluasi ini adalah untuk menilai kemampuan dalam memberikan asuhan kebidanan, menilai efektivitas, serta sebagai umpan balik untuk memperbaiki, menyusun langkah baru dalam asuhan kebidanan, menunjang tanggung jawab dan tanggung gugat dalam asuhan kebidanan.
Dalam evaluasi menggunakan SOAP, yaitu :
S       :  Menggambarkan pendokumentasian hasil pengumpulan data klien melalui anamnesa.
O      :  Menggambarkan pendokumentasian hasil dari implementasi apakah asuhan sudah sesuai dengan tujuan dalam implementasi.
A      :  Menggambarkan pendokumentasian hasil analisa dan interpretasi data subyektif dan obyektif dalam suatu identifikasi.
P       :  Menggambarkan pendokumentasian dari perencanaan dan evaluasi berdasarkan assesment.



BAB  III
TINJAUAN KASUS


Tanggal Pengkajian : 06 Oktober 2005          Jam : 07.00 WIB
3.1    Pengkajian
A.    Data Subyektif
1.      Biodata
Nama
Umur
Agama
Suku / bangsa
Pendidikan
Pekerjaan
Kawin ke
Umur kawin
Lama kawin
Alamat
:  Ny. ”A”
:  24 tahun
:  Islam
:  Jawa / Indo
:  SMU
:  IRT
:  I
:  20 tahun
:  4 tahun
:  Ploso, Santren
Nama
Umur
Agama
Suku / bangsa
Pendidikan
Pekerjaan
Kawin ke
Umur kawin
Lama kawin
Alamat
:  Tn'. ”S”
:  31 tahun
:  Islam
:  Jawa / Indo
:  SMU
:  Swasta
:  I
:  27 tahun
:  4 tahun
:  Ploso, Santren

2.      Keluhan utama
Pasien mengatakan hamil 6 bulan dan ingin memeriksakan kehamilannya.
3.      Riwayat kesehatan sekarang
Pasien mengatakan saat ini tidak sedang menderita penyakit menular, seperti hepatitis, paru-paru, tidak sedang menderita penyakit menurun seperti : asma, kencing manis dan tidak sedang menderita penyakit menahun seperti : jantung, darah tinggi.
4.      Riwayat kesehatan yang lalu
Pasien mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular seperti hepatitis, paru-paru, tidak pernah menderita penyakit menurun seperti asma, kencing manis, dan tidak pernah menderita penyakit menahun seperti : jantung, darah tinggi.
5.      Riwayat kesehatan keluarga
Pasien mengatakan dalam keluarganya maupun suaminya tidak ada yang menderita penyakit menular, menurun, maupun menahun dan tidak ada riwayat keturunan kembar.
6.      Riwayat kebidanan
a.       Riwayat menstruasi
Menarche       :   13 tahun
Lama haid      :   ± 7 hari
Siklus haid     :   28 hari
Jumlah            :   ganti softex 3 x sehari pada pagi hari pertama dan kedua, pada hari-hari biasa ganti 2 x sehari.
Warna             :   merah pada hari ke 1 sampai ke 4 kemudian flex flex
Keluhan          :   tidak ada keluhan
Flour albus     :   ada, sebelum menstruasi, jumlahnya sedikit, tidak bau, warna putih jernih, tidak gatal
b.      Riwayat kehamilan sekarang
HPHT     :  21 – 04 – 2005
HPL        :  21 – 01 – 2006
UK         :  24 minggu
TT nikah 2 x di bidan, TT hamil pertama 1 x di Puskesmas, TT WUS 1 x di desa, ANC di bidan 3 x, TM I : 2 x dengan keluhan mual muntah di pagi hari, TM II : 1 x tidak ada keluhan, obat-obatan yang sudah pernah didapat kalk, Fe, pasien tidak pernah mengkonsumsi obat yang dijual bebas seperti obat flu, obat sakit kepala, dsb.
c.       Riwayat kehamilan, persalinan yang lalu
Kawin
ke
Anak ke
Umur kehamilan
Partus di
Jenis partus
Penyulit
Peno long
Anak
Usia anak sekarang
Nifas
P/L
BBL
PBL
I
I
9 bln
BPS
Normal
-
Bidan
P
3000 g
50 cm
4 th
Normal, tidak demam, menyusui sampai usia bayi 4 bulan

II
Hamil ini









d.      Riwayat KB
Pasien mengatakan setelah kelahiran anak pertama menggunakan KB pil, dan tidak ada keluhan pasien berhenti menggunakan KB pil karena ingin punya anak lagi. Rencana KB yang akan datang masih dipikirkan.
7.      Pola kebiasaan sehari-hari
a.       Nutrisi
Sebelum hamil   :  makan 3 x/hr, porsi sedang (nasi, lauk pauk, sayur), nafsu makan baik.
                             minum ± 8 gelas/hr (teh, air putih).
Saat hamil          :  makan 3 x/hr, porsi sedang (nasi, lauk pauk, tempe, telur, daging, sayur : bayam, sop), nafsu makan baik.
                             Minum ± 8 gelas/hr (teh, air putih, susu).
b.      Istirahat
Sebelum hamil   :  tidur siang jam 12.00 – 14.00, tidur malam jam 21.00 – 05.00, tidak ada gangguan.
Saat hamil          :  tidur siang jam 12.00 – 14.00, tidur malam jam 21.00 – 05.00, tidak ada gangguan.
c.       Aktivitas
Sebelum hamil   :  mengerjakan semua pekerjaan ibu rumah tangga seperti memasak, mencuci piring, menyapu
Saat hamil          :  hanya memasak, mencuci piring dan setrika.       
d.      Aliminasi
Sebelum hamil   :  BAB 1 x/hr, konsistensi lunak, warna kuning, bau khas, tidak nyeri.
                             BAK ± 6 x/hr, warna kuning jernih, bau khas, tidak nyeri.
Saat hamil          :  BAB 1 x/hr, konsistensi lunak, warna kuning, bau khas, tidak nyeri.
                             BAK ± 6 x/hr, warna kuning jernih, bau khas, tidak nyeri.
e.       Seksual
Sebelum hamil   :  melakukan hubungan seksual 3 x seminggu, tidak ada keluhan.
Saat hamil          :  melakukan hubungan seksual 1 x seminggu, tidak ada keluhan.
f.       Personal hygiene
Sebelum hamil   :  mandi 2 x /hari, gosok gigi 2 x/hari, ganti baju 2 x/hari, keramas 3 x seminggu.
Saat hamil          :  mandi 2 x/hari, gosok gigi 2 x/hari, ganti baju 2 x/hari, keramas 3 x seminggu.
8.      Keadaan psikososial
-        Sat ini pasien merasa lebih nyaman, sudah tidak takut lagi, klien semakin ingin tau tentang pertumbuhan dan perkembangan janinnya.
-        Hubungan pasien dengan suaminya, keluarga dan tetangganya.
9.      Latar belakang sosial budaya
-        Tidak ada kebiasaan yang menghambat dalam keluarga pasien maupun suaminya, seperti : kebiasaan pantangan terhadap makanan tertentu, kebiasaan minum jamu yang mengandung alkohol, dsb.
-        Kebiasaan dalam keluarga yang mendukung, yaitu : selalu menganjurkan ibu untuk makan makanan bergizi dan minum susu, menganjurkan ibu untuk periksa ke bidan.

B.     Data Obyektif
1.      Pemeriksaan umum
Keadaan umum             :   baik
Kesadaran                     :   composmentis
Tinggi badan                 :   155,5 cm
BB sebelum hamil         :   52 kg
BB saat hamil               :   55 kg
Kenaikan berat badan   :   3 kg
Lila                                :   24 cm
2.      Tanda-tanda vital  :   T      :  110/70 mmHg
                                        N      :  84 x/mnt
                                        S      :  366 oC
                                        RR   :  20 x/mnt
3.      Pemeriksaan fisik
a.       Inspeksi
Kepala             :  simetris, rambut hitam, tidak rontok, tidak berketombe, kulit kepala bersih.
Muka               :  simetris, tidak pucat, tidak oedem.
Mata                :  simetris, konjungtiva merah muda, sklera putih porselen, tidak oedem.
Hidung            :  simetris, tidak ada sekret, tidak ada polip, tidak ada pernafasan cuping hidung.
Mulut              :  simetris, bibir lembab, tidak ada stomatitis, tidak ada gigi caries.
Leher               :  tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tidak ada pembesaran vena jugularis.
Dada               :  simetris, terdapat hyperpigmentasi areola dan papilla mammae, tidak ada striae gravidarum, tidak ada retraksi intercosta, ada pembesaran payudara, puting susu menonjol.
Abdomen        :  ada pembesaran perut sesuai dengan usia kehamilan, tidak terdapat striae gravidarum, tidak terdapat luka bekas operasi.
Genetalia         :  bersih, tidak ada condiloma akuminata, tidak ada condiloma matalata, tidak oedem, tidak varises, terdapat bekas luka jahitan episiotomi.
Ekst. atas        :  simetris, tidak oedem, tidak ada gangguan pergerakan.
Ekst. bawah    :  simetris, tidak oedem, tidak varises, tidak ada gangguan pergerakan.
b.      Palpasi
Kepala             :  tidak ada benjolan
Leher               :  tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tidak ada pembesaran vena jugularis.
Dada               :  tidak ada benjolan abnormal, tidak nyeri tekan.

Abdomen  :  L I     :  TFU 1 jari diatas pusat (22 cm), teraba bokong pada bagian fundus.
                     L II   :  teraba punggung bayi pada bagian kiri perut ibu, teraba bagian kecil janin pada bagian kanan perut ibu.
                     L III  :  teraba kepala pada bagian bawah perut ibu dan masih dapat digoyangkan (kepala belum masuk PAP)
                     L IV  :  tidak dilakukan.
c.       Auskultasi
Dada               :  tidak ada wheezing, tidak ada ronchi.
Abdomen        :  DJJ Å (12-12-12) : 144 x/mnt pada bagian kiri bawah pusat perut ibu.
d.      Perkusi
Abdomen        :  tidak kembung
Ekst. bawah    :  reflek patela Å/Å
4.      Pemeriksaan panggul
Tidak dilakukan.
5.      Pemeriksaan penunjang
Tidak dilakukan.

Kesimpulan    :   GIIPI0001 Umur Kehamilan 24 minggu, hidup, tunggal, intra uterin, letak kepala, jalan lahir normal, keadaan umum ibu baik.

3.2    Identifikasi Diagnosa, Masalah dan Kebutuhan
Diagnosa    :    Ny. ”A” GIIP10001 umur kehamilan 24 minggu, hidup, tunggal, intrauterin, letak kepala, jalan lahir normal, keadaan umum ibu baik.
DS    :   Ibu mengatakan hamil 6 bulan dan ingin memeriksakan kehamilannya yang kedua.
DO    :   -     Keadaan umum ibu baik
-          Kesadaran composmentis
-          TTV    T     :  110/70 mmHg
                  N    :  84 x/mnt
                  S     :  366 oC
                  RR  :  20 x/mnt
-          HPHT  :   21 – 04 – 2005
-          HPL     :   28 – 01 – 2006
-          Usia kehamilan : 24 minggu
-          Payudara terdapat hyperpigmentasi areola dan papilla mammae, terdapat pembesaran payudara, terdapat putting susu menonjol.
-         Abdomen   :   L I      :   TFU 1 jari diatas pusat (22 cm) teraba bokong pada bagian fundus.
                            L II    :   teraba punggung bayi pada bagian kiri perut ibu, teraba bagian kecil janin pada bagian kanan perut ibu.
                            L III   :   teraba kepala pada bagian bawah perut ibu dan masih dapat digoyangkan (kepala belum masuk PAP).
                            L IV   :   tak dilakukan.
-          Auskultasi : DJJ Å (12-12-12) : 144 x/mnt pada bagian kiri bawah perut ibu.
Masalah      :    -
Kebutuhan :    -    HE tentang gizi ibu hamil
-         HE tentang istirahat
-         HE tentang personal hygiene
-         HE tentang tanda bahaya kehamilan pada TM II
-         HE tentang senam hamil
-         HE tentang kunjungan ANC
-         Pemberian tablet Fe dan kalk

3.3    Antisipasi Masalah Potensial
-
3.4    Identifikasi Kebutuhan Segera
-
3.5    Intervensi
Diagnosa        :   Ny. ”A” GIIP10001 umur kehamilan 24 minggu, hidup, tunggal, intrauterin, letak kepala, jalan lahir normal, keadaan umum ibu baik.
Tujuan            :   Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama ± 15 menit, diharapkan ibu mengerti penjelasan yang diberikan oleh petugas.
Kriteria hasil  :   -    pasien dapat mengerti dan memahami penjelasan yang diberikan oleh petugas.
                          -    pasien dapat mengulang penjelasan yang diberikan oleh petugas.

Intervensi :
1.    Menjelaskan hasil pemeriksaan kepada pasien
R /     Dengan penjelasan diharapkan pasien dapat mengerti tentang keadaannya saat ini.
2.    Anjurkan pasien untuk makan makanan dengan gizi seimbang dalam sehari, misalnya : beras 2 gelas, daging 3 x kotak korek api tebal, tempe 4 x kotak korek api tebal, sayur padat 3 gelas/daun 6 gelas, buah (pepaya) 8 x kotak korek api tebal, susu ½ gelas.
R /     Ukuran tersebut diatas merupakan kebutuhan wanita hamil selama trimester II dan III. Gizi yang seimbang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan janin, pemeliharaan dan kesehatan ibu, persediaan untuk masa laktasi baik untuk janin maupun untuk ibu.
3.    Beri tablet Fe, anjurkan pasien untuk minum tablet Fe / zat besi setiap hari, dan ajarkan cara minumnya, tidak boleh diminum dengan teh, sebaiknya diminum malam hari dan setelah makan.
R /  -    Zat besi diperlukan untuk pembentukan darah, pada saat hamil keperluan zat besi sangat meningkat untuk pembentukan darah janin dan persediaan bagi bayi untuk masa laktasi ± 6 bulan sesudah dilahirkan, persediaan ini diperlukan karena air susu ibu tidak mengandung garam besi. Kebutuhan zat besi sehari pada wanita hamil ± 17 gram.
       -    Fe tidak diminum dengan teh karena teh dapat mengganggu / menghambat penyerapan Fe.
       -    Diminum malam hari setelah makan, karena Fe dapat meningkatkan asam lambung dan meningkatkan peristaltik lambung sehingga dapat menyebabkan rasa mual.
4.    Beri tablet kalk, anjurkan pasien untuk minum tablet kalk setiap hari
R /     Karena kalsium sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang janin, kebutuhan kalsium sehari-hari saat hamil ± 1 gram.
5.    Anjurkan pasien untuk beristirahat cukup dan mengurangi aktivitas yang berat
R /     Dengan istirahat yang cukup dan mengurangi aktivitas yang berat diharapkan keadaan umum ibu dapat selalu dalam keadaan baik sehingga ibu tidak rentan terkena penyakit.

6.    Anjurkan pasien untuk selalu menjaga personal hygiene
R /     Dengan personal hygiene mencegah masuknya kuman-kuman patogen penyebab infeksi.
7.    Jelaskan tentang tanda bahaya kehamilan pada trimester II
R /     Agar pasien dapat mengerti dan segera meminta bantuan pada tenaga kesehatan apabila tanda bahaya tersebut terjadi pada dirinya.
8.    Anjurkan ibu untuk mengikuti senam hamil
R /     Karena senam hamil pada usia kehamilan 24 minggu bertujuan untuk pembentukan sikap tubuh, latihan kontraksi dan relaksasi, latihan pernafasan untuk mengatasi nyeri kala I.
9.    Anjurkan ibu untuk kontrol ulang
R /     Dengan pemeriksaan secara rutin diharapkan dapat diketahui pertumbuhan dan perkembangan janin serta mendeteksi terhadap kelainan yang ada.

3.6    Implementasi
Tanggal 06 Oktober 2005
1.      Menjelaskan hasil pemeriksaan kepada pasien.
2.      Menganjurkan pasien untuk makan makanan dengan gizi seimbang, dalam sehari misalnya : 2 gelas, daging 3 x kotak korek api tebal, tempe 4 x kotak korek api tebal, sayur padat 3 gelas / daun 6 gelas, buah (pepaya) 8 x kotak korek api tebal, susu ½ gelas.
3.      Memberikan tablet Fe, menganjurkan pasien untuk minum tablet Fe / zat besi setiap hari dan ajarkan cara minumnya, tidak boleh diminum dengan teh, sebaiknya diminum malam hari dan setelah makan.
4.      Memberikan tablet kalk, menganjurkan pasien untuk minum tablet kalk setiap hari.
5.      Menganjurkan pasien untuk beristirahat cukup dan mengurangi aktivitas yang berat, seperti : mencuci, menimba air, dsb.
6.      Menganjurkan pasien untuk selalu menjaga personal hygiene, yaitu dengan mandi minimal 2 x sehari, gosok gigi minimal 2 x sehari (sesudah makan dan sebelum tidur), ganti pakaian minimal 2 x setelah mandi, ganti celana dalam bila lembab / basah, selalu mencuci kemaluannya setelah BAK, keramas 2 – 3 x dalam seminggu.
7.      Menjelaskan tentang tanda bahaya kehamilan pada TM II, yaitu apabila :
-                Pergerakan janin yang dirasakan ibu kurang atau tidak bergerak sama sekali
-        Terjadi perdarahan
-        Terjadi kontraksi yang sering dan kuat
-        Mengeluarkan cairan ketuban
-        Ibu merasakan sakit kepala yang amat sangat dan pandangan menjadi kabur
-        Terjadi kejang pada ibu
-        Panas badan ibu lebih dari 38 oC
8.      Menganjurkan ibu untuk senam hamil, yaitu dengan latihan :
a.       Latihan pembentukan sikap tubuh
Sikap berbaring terlentang, kedua lutut ditekuk, kedua tangan disamping badan dan relax.
b.      Latihan kontraksi dan relaksasi
Sikap berbaring terlentang, kedua lutut ditekuk, kedua lengan disamping dan relaks, pergerakan : relaksasi seluruh tubuh, kepalkan kedua tangan dan tegangkan selama beberapa detik, rasakan ketegangannya dan lemaskan kembali, lakukan 8 x.
c.       Latihan pernafasan untuk mengatasi nyeri kala I
Sikap berbaring terlentang, kedua lutut ditekuk, kedua lengan disamping dan relaks.
Pergerakan    :    lakukan pernafasan diafragma selama 1½  menit. Lakukan pernafasan dada, frekuensi sedikit demi sedikit dipercepat, sampai max 26 – 28 per menit (dilakukan 8 x dengan interval 2 menit).
Permulaan halus, lemaskan seluruh tubuh dan pernafasan diafragma, dalam his kuat pernafasan dada, dengan frekuensi dipercepat.
9.      Menganjurkan ibu untuk kontrol ulang 1 bulan lagi.
3.7    Evaluasi
Tanggal 06 Oktober 2005    Jam 07.20 WIB
S     :    Ibu mengatakan mengerti tentang penjelasan yang diberikan oleh petugas.
O    :    -    pasien dapat mengerti dan memahami penjelasan yang diberikan oleh petugas.
            -    Pasien dapat mengulangi penjelasan yang diberikan oleh petugas.
A    :    Ibu menerima dan memahami kondisi kehamilan.
P     :    Kontrol ulang 1 bulan lagi.














DAFTAR PUSTAKA


Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, 2002, Yayasan BPSD. Jakarta.

Mochtar, Rustam, 1998. Sinopsis Obstetri Jilid I. Edisi 2. EGE. Jakarta.

Manuaba, Gde, Ida, Bagus, 1999. Operasi Kebidanan Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Bidan. EGC. Jakarta.

Wiknjosastro, DSOG, Prof. dr. Hanifa, 1996. Ilmu Kebidanan, Yayasan BPSD. Jakarta.






0 komentar:

Poskan Komentar